Kalau Sudah Takdir, Saya Siap Nyapres

Jumat 11-02-2022,13:45 WIB
Reporter : andriansyah

radartasik.com, PALABUHANRATU - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan kesiapannya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Menurutnya, semua penilaian terkait kansnya menjadi calon presiden diserahkan kepada masyarakat.

”Tidak ada kata tidak siap ya, ketika sudah takdir ya harus siap, masalah jadi atau tidak jadi itumah takdir allah,” ungkapnya kepada awak media Kamis (10/2/2022).

Ia menceritakan, dahulu dirinya tidak pernah bermimpi menjadi Wali Kota Bandung kala itu. Namun takdir berkata lain hingga akhirnya ia menjabat Gubernur Jawa Barat sampai saat ini. “Dulu juga saya tidak pernah bermimpi menjadi wali kota, pada saat Allah SWT takdirkan akhirnya saya bisa seperti sekarang ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, hasil survei calon presiden dari berbagai lembaga sudah banyak menyebutkan nama kandidat. Termasuk salahnya nama Ridwan Kamil, ia digadang-gadang menjadi kandidat kuat Capres 2024.

Menyoal itu, pria yang karib disapa Kang Emil ini menyebut. Hasil survei merupakan buah dari penilaian kinerja yang baik,”Jadi kalau surveinya ingin naik, ya kerja aja yang bener. Kan begitu,” tuturnya.

Ia melanjutkan, penilaian hasil survei yang memposisikan namanya menjadi salah satu kandidat. Tidak terlepas dari hasil kerja kerasnya menjadi Gubernur Jawa Barat selama ini. “Nah survei ini salah satu kerja penuh dengan hasil, sehingga nanti diapresiasi masyarakat dalam bentuk survei tadi,” tuturnya.

Disinggung soal sudah adakah partai politik yang meminang dirinya menjadi Capres 2024, ia belum dapat berbicara panjang lebar.”Untuk parpol kita tunggu nanti aja ya,” tandasnya.

Petani Milenial Diapresiasi

Sementara itu, petani milenial Jamur Tiram di Komplek Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi diapresiasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mengunjungi lokasi pertanian tersebut, Kamis (10/2/2022).

Ridwan Kamil mengatakan, sebagai Gubernur dia memiliki tugas membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di wilayah Jawa Barat. Lapangan pekerjaan itu pun bisa dilahirkan melalui berbagai kolaborasi, salah satunya yaitu dengan adanya petani milenial jamur tiram ini.

“Bahwa untuk bisa hidup yang baik tak harus selalu hijrah ke kota, asal punya tanah di desa dengan skill digital kita bisa jualan dimana saja. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh para petani milenial, ini” ungkap Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil kepada Sukabumi Ekspres.

Ia menegaskan, para petani jamur tiram yang didominasi para anak anak muda ini berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp5 juta perbulan nya. Atau Setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) suatu pekerjaan di kota. “Jadi ini suatu potensi yang cukup baik untuk bisa dijadikan sebagai peluang usaha,” kata dia.

Artinya, tambah Kang Emil, apa yang sudah dilakukan oleh para petani milenial jamur tiram ini dapat dijadikan sebagai contoh buat siapapun. “Mereka bisa sukses di usia muda dengan bisnis seperti ini,” pungkasnya.

Sementara salah seorang Petani Jamur Tiram, Surya menuturkan awal mula menggeluti segmen usaha jamur tiram yaitu dengan banyaknya kebutuhan konsumsi jamur tiram khususnya di wilayah Sukabumi. “Waktu kita maping di lapangan, kebutuhan jamur khusus di sukabumi perhari bisa mencapai Satu Ton. Dilihat dari peluang itu, maka lahirlah suatu usaha yang rasionebel dan memungkinkan untuk di jalankan.

Landasan itulah kenapa dia memilih jamur tiram, karena adanya ketersediaan market yang cukup luar biasa. “Adapun untuk saat ini, hasil panen yang bisa kami dapat setiap harinya hanya baru bisa mencapai 100 sampai 150 kg. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan market yang mencapai 1 Ton per harinya,” jelas dia. . (mg1)
Tags :
Kategori :

Terkait