Radartasik.com — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri menyampaikan, semua pihak harus kerja keras dan menyusun strategi kebijakan yang tepat untuk mendorong capaian target Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebesar 57,67 pada 2024.
Pada 2020, Indonesia memiliki nilai IPP sebesar 51,00. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 1,67 poin dari tahun 2019.
“Penurunan Indeks Pembangunan Pemuda ini salah satunya ada pada bidang kesempatan dan lapangan kerja. Karena dari 29,12 juta penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, sebesar 27 persennya adalah pemuda,” ucapnya dikutip dari laman resmi Kemenko PMK.
Menurutnya, strategi kebijakan yang tepat untuk mendorong capaian target IPP tersebut, yakni sinergi semua pemangku kepentingan sesuai dengan skema pentahelix yang ada yaitu pemerintah, swasta, dunia pendidikan, media, dan masyarakat.
IPP merupakan alat ukur pembangunan pemuda di lima domain dasar, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan serta gender dan diskriminasi.
Menurutnya, pola koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan harus dimaksimalkan. “Pada tahun 2022 ini kita perlu menyusun strategi koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan terkait dengan target pembangunan pemuda pada 2024 nanti,” tandasnya. (bbs/try)