Pria Ini Tendang Sesajen di Gunung Semeru, Kini Diburu Warga

Minggu 09-01-2022,23:30 WIB
Reporter : ocean

Radartasik.com,  LUMAJANG — Masyarakat masih memburu pria yang membuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Lantaran, di daerah tersebut selama ini tidak pernah ada masalah terkait kebudayaan dan adat yang dianut warga setempat.

Dalam unggahan @Setiawan3833, terdapat dua video yang menunjukkan pria buang sesajen di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru.

Pada video pertama, seorang pria berjambang dan mengenakan penutup kepala hitam berjalan di atas lokasi lahar dingin.

Awalnya, pria itu berkacak pinggang membelakangi kamera. ”Mana?” tanya pria tersebut diduga merujuk pada sesajen yang ditaruh warga di lokasi tersebut.

Video dilanjutkan dengan ketika pria yang mengenakan gamis abu-abu dan jaket hitam tanpa lengan itu menunjuk sebuah sesajen. ”Ini yang membuat murka Allah,” ucap pria itu.

Menurut dia, masyarakat tidak banyak yang menyadari bahwa sesajen itulah yang sejatinya memicu kemarahan Allah.

”Jarang sekali disadari, bahwa inilah yang mengundang murka Allah. Hingga Allah menurunkan azabnya,” tutur dia.

Pria itu langsung membungkuk dan membuang sesajen tersebut. ”Allahu Akbar!” ucap pria itu sembari membuang dan menendang sesajen dan disahuti perekam video.

”Takbir!” yang kemudian dibalas perekam video, ”Allahu Akbar.”

Sedangkan di video kedua, terlihat pria perekam video menemjukan sesajen di sebuah tugu menyerupai tempat persembahyangan agama Hindu.

Sama halnya dengan video yang pertama, sebelum membuang sesajen, pria itu memekikkan takbir.

Pemilik akun @Setiawan3833 mengungkap sesajen yang dibuang pria berjambang itu adalah bagian dari budaya dan adat serta tradisi desa setempat.

”Janganlah berlaku sombong dengan tidak menghormati kearifan lokal, adat dan budaya lainnya. Kejadian di Sumbersari, Lumajang,” tulisnya sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Minggu (9/1/2022).

Dijelaskan, sesajen itu merupakan bagian dari sedekah desa dan ruwatan yang sebelumnya digelar desa setempat.

”Masyarakat Sumbersari, Lumajang habis mengadakan acara sedekah desa dan ruwatan untuk memohon keselamatan dari bencana tapi diperlakukan seperti ini,” tuturnya.

Tags :
Kategori :

Terkait