Radartasik.com - Dua manusia silver yang beroperasi minta sumbangan di jalan simpang tiga traffic light Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ditertibkan oleh Satpol PP, Jumat (31/12). Keduanya dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberi pembinaan.
Manusia silver yang diangkut Satpol PP itu Sugiyono dan Basori, keduanya warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. “Dua manusia silver ini sudah pernah kita tertibkan, tapi tetap saja beroperasi,” cetus Koordinator Satpol PP Kecamatan Genteng, Masruri.
Dalam pembinaan yang dilakukan itu, terang dia, kedua manusia silver itu diancam bila masih beroperasi minta sumbangan di sekitar traffic light, akan diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi. “Kalau tertangkap yang ketiga kali, akan langsung kita kirim ke dinas sosial,” ancamnya.
Masruri mengungkapkan, aksi manusia silver yang minta sumbangan di jalan raya itu berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatannya. Sebenarnya, mereka itu lebih bagus beraksi di objek wisata atau RTH, dengan catatan koordinasi dengan pengelola dan menampilkan atraksi yang lebih baik. “Mestinya sampean di RTH, atau masuk ke kampung, itu tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya kepada dua manusia silver.
Masruri menyebut langkah tegas yang diambil ini tidak tebang pilih. Selain manusia silver, kelompok badut juga ditertibkan. Termasuk kegiatan musik angklung. “Semua kita tertibkan, angklung juga sama,” jelasnya.
Salah satu manusia silver Sugiyono mengaku salah dan minta maaf atas aksinya itu. Ia mengaku pekerjaannya itu sebenarnya nelayan. Minta sumbangan dengan menjadi manusia silver, dilakukan saat tidak ada kegiatan di laut. “Saya biasanya di laut,” cetusnya.
Sugiyono mengaku ingin memiliki pekerjaan yang lebih layak dan tidak mengganggu ketertiban. Tapi, itu masih belum bisa dilakukan. Dia mengaku juga malu dengan menjadi manusia silver ini. “Sebenarnya malu, tapi bagaimana lagi, tidak ada pekerjaan lain,” dalihnya. (abi/jpg)