Moeldoko Temui Uskup KAJ Bahas Nataru, Kornas JAMMI Bilang Begini

Rabu 08-12-2021,00:00 WIB
Reporter : tiko

Radartasik.com — Pemerintah terus menggandeng kalangan pemuka Agama, terutama kalangan gereja. Hal ini terkait dengan sosialisasi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tengah pandemi Covid-19 yang masih dinamis.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko pun menyampaikan kebijakan pemerintah soal Nataru dengan cara langsung menemui Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo di Katedral Jakarta, (6/12). Sekaligus meminta masukan.

Pertemuan Moeldoko dengan Uskup KAJ tersebut diapresiasi oleh Jaringan Mubalig Muda Indonesia (JAMMI). Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi menyampaikan, upaya pemerintah menjalin komunikasi dengan Uskup Jakarta menjadi modal penting bagi kelancaran pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait Nataru.

“Kami mengapresiasi langkah tersebut sebagai sikap dan upaya yang positif membangun komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Irfaan dalam keterangannya pada JawaPos.com, Selasa (7/12).

Apalagi, menurut Irfaan, suasana Nataru tahun ini masih harus dihadapkan dengan pandemi Covid-19 ditambah adanya varian baru omicron. Tentu Pemerintah perlu menjelaskan kebijakan yang mengatur perayaan Nataru.

“Karena itu, kami menilai pertemuan itu menjadi sangat penting mengingat penanganan pandemi di Indonesia semakin membaik dan momentum itu perlu dijaga agar varian baru Covid-19 tidak menyebar kemana-mana,” terangnya.

Ia juga menilai, pertemuan Moeldoko dan KAJ juga sekaligus yang dapat menghilangkan segala prasangka dari saudara kita Kristiani. Karena tentunya kebijakan pemerintah soal Nataru terutama terkait pelaksanaan peribadatan dan perayaan Natal bagi umat kristiani, sudah melalui berbagai pertimbangan.

“Kami juga mendukung sikap Uskup KAJ Kardinal Ignatius Suharyo karena dengan lapang dada memastikan bahwa jemaah Gereja Katolik dengan pasti akan menyesuaikan sesuai keputusan pemerintah. Semoga keharmonisan kondisi seperti ini bisa kita jaga dan rawat,” sambungnya.

Hal tersebut diafirmasi oleh Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta Romo A Hani Rudi Hartoko. Dia menyampaikan, pihaknya akan memperketat penerapan protokol kesehatan, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan, hingga pemberlakuan jarak untuk jemaat di dalam gereja.

“Kuota Jemaat kami batasi hanya 40 persen. Jadi umat yang hadir pada misa Natal nanti harus daftar di website yang sudah terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi,” tegas Rudi. (jpg)
Tags :
Kategori :

Terkait