radartasik.com, BANJAR - Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Sanusi (56) di Lingkungan Panatasan RT 03 RW 19 Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman hangus terbakar, Kamis (18/11/21) sekitar pukul 06.30 WIB.
Beruntung kejadian kebekaran itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pasalnya saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong, karena pemiliknya sedang berada di luar rumah.
Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya mengatakan pihaknya mendapatkan laporan kebakaran itu pada sekitar pukul 07.20 Wib. "Bergitu dapat laporan, kita langsung terjun ke lokasi yang berjarak sekitar 5,7 kilo meter dari mako, dengan mengerahkan 1 unit mobil damkar dan rescue BPBD," kata dia kepada radartasik.com.
Aam menjelaskan rumah yang terbakar tersebut berukuran sekitar 5 x 8 meter, dengan kebanyakan material rumah dari kayu. Dia menduga kebakaran itu akibat korsleting listrik steker (stop kontak,red) yang bertumpuk. Pasalnya dirinya menemukan terdapat sebuah colokan televisi, magic comel, chasan hape dan lainnya yang menyatu.
"Diduga karena tidak kuat menahan beban arus listrik, lalu steker meledak sehingga menimbulkan kebakaran," ujarnya.
Menurut Aam, api yang ditimbulkan akibat ledakan steker itu diduga langsung membakar kayu di sekitar steker listrik tersebut, lalu merembet membakar dinding hingga ke bagian atap rumah.
Kejadian kebakaran tersebut pertama kali dilihat oleh warga sekitar rumah Sanusi, terlebih lagi api sudah muncul di bagian atap rumah korban. Sementara Sanusi, selaku pemilik rumah baru mengetahuinya belakangan.
"Dengan sigap warga sekitar bergotong royong langsung berusaha memadamkan api. Alhamdulillah api berhasil dijinakkan. Jai kita datang hanya melakukan pendinginan saja," bebernya.
Akibat kejadian kebakaran tersebut diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp40 juta. Sedangkan aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp20 jutaan.
“Dengan adanya kejadian ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan penggunaan steker listrik di rumahnya. Jangan dibiasakan menumpuk, karena bisa menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (anto sugiarto/radartasik.com)