Radartasik.com, BANJAR - Sudah 9 hari lamanya, Kadus Cibeureum Desa Balokang Asep Mulyadi hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pihak keluarga mengharapkan Asep Mulyadi segera pulang atau diketahui keberadaannya. Istri dan anak-anaknya sudah lama menanti.
"Iya ini kasian sama istrinya tidak mau makan. Sekarang mah lagi istirahat, takut banyak pikiran bisi kenapa-kenapa," kata ayah angkat Asep, Ade Bako kepada wartawan, Selasa (16/11/21).
Selain itu, anak-anaknya juga selalu menanyakan kepada ibunya, tentang ayahnya. Terlebih sudah beberapa hari pergi dari rumah dan belum ada kabar.
"Mudah-mudahan ada kabar baik, agar Asep Mulyadi bisa segera pulang dan ketemu dalam keadaan masih hidup," imbuhnya.
Di tempat terpisah, Kalak BPBD Kota Banjar Kusnadi SIp melalui Kasi Darlog Yudi Andiana mengaku belum mendapat kabar terbaru terkait keberadaan Asep Mulyadi yang diduga hilang yakni sejak Senin (08/11/21). "Kita juga lagi mencari tahu keberadaan Asep Mulyadi dengan melibatkan para relawan," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga berkomunikasi dengan keluarga Asep Mulyadi, dan saling memberi informasi.
Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Nandang Rokhmana SH mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian Asep Mulyadi dengan melibatkan semua anggota yang ada di setiap polsek. "Masih proses penyelidikan. Kita juga sama-sama mencari informasi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dari keterangan keluarga Asep, kepala dusun itu pamit untuk mengunjungi teman sekolahnya di Cidolog Kabupaten Ciamis, pada Senin (08/11/21) siang.
"Pihak keluarga sempat komunikasi dengan rekan Asep di Cidolog. Dan membenarkan sudah mengunjunginya," ungkap Kalak BPBD Kota Banjar Kusnadi SIp.
Namun pihak keluarga heran, Asep belum juga kembali ke rumahnya. Sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjar dan BPBD. Soal motor yang ditemukan warga, sambung Kusnadi, motor Honda Beat yang dikendarai Asep ditemukan pada Rabu (10/12/21) sore.
Hingga Jumat (12/11/2021), BPBD dibantu relawan tanggap bencana Jabar Bergerak dan PMI melakukan pencarian di sekitar kawasan muara, serta menyusuri Sungai Citanduy. (anto sugiarto/radartasik.com)