Angkatan Kerja Tua Berpendidikan Rendah, Menaker Kaji Tak Perlu Ijazah

Selasa 16-11-2021,04:00 WIB
Reporter : Tiko

Radartasik.com  — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengaku, banyak penduduk Indonesia yang tingkat pendidikannya di bawah jenjang SMP. Menteri Keternagakerjaan Ida Fauziyah menyebut, ijazah bukan satu-satunya sebagai syarat yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan.

Menurutnya, kementerian yang dipimpinnya merupakan hilir, yakni dari kebijakan pendidikan ke sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

“Kementerian Ketenagakerjaan ini kalau dibilang hulu-hilir maka sebenarnya Kementerian Ketenagakerjaan adalah hilir dari kebijakan pendidikan,” ujarnya, Senin (15/11).

Bahkan, Ida mengungkapkan, pemerintah memikirkan acuan dalam mendapatkan pekerjaan tidak bergantung dengan ijazah. Menurutnya, mendorong kompetensi SDM menjadi satu-satunya cara menyikapi banyaknya angkatan kerja dengan latar belakang pendidikan tingkat rendah.

Bagi masyarakat yang hanya memiliki ijazah SD atau SMP, dapat ditingkatkan kapasitasnya atau kompetensinya melalui  skilling, upskilling,  dan reskilling , kemudian distandarisasi dengan sertifikasi.

“Kalau ini bisa kita lakukan mungkin sekarang dan kedepannya ijazah menjadi tidak begitu berarti kecuali untuk kepentingan yang lain ya. Menjadi tidak begitu berarti karena seseorang itu diukur karena kompetensinya,” imbuhnya.

Ida menuturkan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan rancangan peraturan presiden terkait pendidikan dan pelatihan vokasi. Nantinya, rancangan perpres tersebut akan menjadi payung Kemnaker untuk memimpin pelatihan vokasi.

Sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi akan memimpin pendidikan vokasinya. Meski begitu, dirinya mengakui pentingnya pendidikan formal.

Tags :
Kategori :

Terkait