radartasik.com, PANGANDARAN — Fenomena La Nina diperkirakan terjadi akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022. Hal tersebut bisa jadi ancaman tersendiri bagi pertanian Pangandaran.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan fenomena cuaca La Nina akan meningkatkan curah hujan. “Lahan sawah terutama, terancam mengalami banjir, tanaman padi akan terancam rusak,” ungkapnya Jumat (5/11/2021).
Pihaknya pun sudah memberikan masukan kepada para petani untuk menanam padi varietas Impara. “Padi jenis ini sangat tahan terhadap genangan air, dalam kondisi La Nina seperti ini cocok untuk ditanam petani,” ucapnya.
Menurutnya, Kementerian Pertanian juga akan segera menyebar jenis Impara kepada daerah yang terdampak La Nina. “Yang belum melakukan tanam padi, mudah-mudahan bisa mendapat jenis padi ini,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan sudah menyarankan para petani yang lahanya rawan banjir untuk menanam padi jenis tersebut. “Kita juga sedang melakukan pendataan daerah rawan baniir,” ujarnya. (den)