Ayo! Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Jumat 05-11-2021,09:00 WIB
Reporter : syindi

radartasik.com, HZ. MUSTOFA  - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeA­holder deA­ngan keA­sadarA­an, keA­mauan dan keA­mampuan berA­perilaku seA­hat untuk meA­ningkatkan kualitas hidup.

Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari individu, keluarga dan lingkungan. Individu yang sehat akan membentuk keluarga yang sehat. Sehingga akan terwujud lingkungan yang sehat.

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H. Muhammad Yusuf.

Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja, tapi juga membutuhkan peran berbagai stakeholder di sektor lainnya seperti akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta lembaga pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Sehingga Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Penggalangan Kemitraan dengan Organisasi Profesi, Dunia Usaha, Institusi Pendidikan Dalam Mendukung Germas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jamaludin,S.Sos menuturkan tujuan diadakannya penggalangan kemitraan ini agar jalinan kerjasama yang sudah terjalin baik, akan semakin optimal lagi. Sedikitnya ada 75 lembaga yang ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Metro, Kamis (4/11/2021).

“Untuk penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat atau Germas ini, perlu dukungan dari semua pihak. Semua bergerak sesuai dengan perannya masing-masing. Ada yang sebagai donatur, fasilitator, pembimbing. Baik dari dunia usaha, akademisi, organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya pada saat menyampaikan sambutan di pembukaan acara, kemarin.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya, H. Undang Hendiana, M.Pd mengatakan adanya penggalangan kemitraan untuk mendukung Germas merupakan bentuk komitmen bersama para pemanku kebijakan dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang sehat.

“Ada dari akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, media, semoga menjadi kesatuan dalam mendukung kesehatan di Kota Tasikmalaya. Semua pihak dapat turut serta memasyarakatkan perilaku hidup bersih dan sehat, melalui rencana aksi daerah yang akan dilaksanakan lintas sektoral,” tuturnya.

Undang berharap semua stakeholder dapat bersama-sama turut mewujudkan Kota Tasikmalaya yang sehat melalui GERMAS.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, S.Sos.,M.M., memaparkan bahwa saat ini terjadi perubahan paradigma penyebab kematian dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, sehingga perlu disikapi bersama melalui Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (GERMAS), di mana setiap individu harus sehat dan terwujud lingkungan yang sehat.

“Dari data yang pernah disampaikan oleh BPJS Kesehatan bahwa saat ini pembiayaan yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan paling banyak adalah pembiayaan untuk penyakit tidak menular yang diderita oleh individu,” ungkapnya pada saat menyampaikan materi tentang GERMAS dihadapan peserta.

Ada tujuh indikator GERMAS yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat. Yaitu pertama melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga. Kedua mengkonsumsi sayur dan buah, disarankan sayur dan buah lokal. Ketiga tidak merokok. Keempat tidak mengkonsumsi alkohol. Kelima memeriksakan kesehatan secara rutin. Keenam membersihkan lingkungan sekitar. Ketujuh menggunakan jamban yang sehat.

Aktivitas fisik yang dilakukan, kata Nining yaitu dengan berolahraga. Bagi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan karyawan diwajibkan untuk memberikan jam istirahat agar karyawan bisa beristirahat juga bergerak dari aktivitas rutinnya. “Seperti karyawan yang aktivitas pekerjaannya duduk di kursi, maka harus diberi waktu untuk aktivitas bergerak,” jelasnya.

Konsumsi sayur dan buah, kini harus mulai digalakkan. Seperti di hotel-hotel bila ada acara sudah harus mulai menyediakan buah-buahan sebagai kudapan yang disajikan.

Sedangkan untuk indikator tidak boleh merokok, kata Nining, setidaknya para perokok dapat mengendalikan atau mengurangi rokok di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan.

“Dalam mendukung GERMAS di Kota Tasikmalaya sudah memiliki berbagai peraturan bahkan Peraturan Wali Kota untuk GERMAS pun sudah disusun. Selain itu banyak sekali payung hukum yang sudah dibuat untuk dapat mewujudkan GERMAS, seperti Perda Kawasan Tanpa Rokok juga peraturan lainnya. Selain itu untuk bisa mewujudkan GERMAS, merubah perilaku harus diawali dari diri sendiri,” jelasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait