Radartasik.com, BANJAR - Sampah rumah tangga hampir di tiap daerah masih menjadi penyumbang limbah paling dominan. Untuk wilayah Kota Banjar, dalam sehari limbah rumah tangga ini bisa mencapai angka 40 sampai 45 ton sehari, dari sebelumnya 60 ton per hari.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar berupaya mengendalikan sampah rumah tanggan ini, agar berkurangnya produksi sampah rumah tangga. Namun, tekad ini butuh kerja sama dengan masyarakat dalam hal pengendalian yakni dengan cara memilah.
Seperti diketahui, sampah rumah tangga terdiri dari dua jenis, yaitu sampah organik dan non-organik. Sampah organik adalah sampah rumah tangga yang berupa sisa makanan seperti sayuran atau buah-buahan. Selain itu, bisa juga berupa bumbu dapur yang sudah tidak terpakai ataupun dedaunan yang rontok. Sedangkan sampah non-organik adalah sampah yang tidak dapat membusuk, seperti plastik,
"Pengolahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga masyarakat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Sri Sobaria kepada wartawan, Kamis (04/11/21) di Kelurahan Karangpanimbal.
Untuk lebih epektif dalam hal pengendalian dan pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup juga berencana menggandeng pihak ketiga.
Pengelolaannya nanti, Dinas Lingkungan Hidup menyediakan lahan dan karyawan. Sedangkan peralatan dan lainnya dari investor. "Untuk mengurangi sampah masuk ke TPA dari sumbernya, kita gandeng pihak ketiga untuk pengelolaan sampah," terang dia.
Sinerginya antara Dinas LH, masyarakat dan pihak ketiga, diyakininya akan mengurangi jumlah pruduksi sampah. Terlebih, dukungan masyarakat yang secara aktif bisa memilah sampah.
"Sehingga produksi sampah perhari bisa ditekan, jika masyarakat juga peduli dan sadar akan sampah," ujarnya. (anto sugiarto/radartasik.com)