radartasik.com, BANJAR — Komitmen Pemerintah Kota Banjar dalam memulihkan perekonomian masyarakat terus dilakukan. Tahun depan, Pemkot Banjar melalui Dinas KUKMP dan Perindustrian akan memberikan bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) bagi para pelaku UMKM terdampak penerapan PPKM.
Jumlah anggaran untuk bantuan ditambah jadi Rp 2 miliar. Naik 100 persen dibanding jumlah bantuan tahun ini sebesar Rp 1 miliar.
Tahun ini, Pemkot Banjar menyalurkan JPE sebesar Rp 1 juta per UMKM melalui kantor Pos Cabang Banjar. Total ada sekitar 930 UMKM yang menerima bantuan uang tunai untuk dimanfaatkan untuk modal usaha. Sementara tahun 2020 total ada sekitar 3.872 UMKM yang mendapat bantuan dengan nilai yang sama.
“Sejak awal kita sudah mengimbau bagi pelaku UMKM ini agar menggunakan uang bantuan ini untuk modal usaha, tidak boleh dibelanjakan untuk kebutuhan produktif,” kata Kepala Dinas KUKMP dan Perindustrian Kota Banjar Edi Herdianto.
Ia mengaku akan mendata kembali para pelaku UMKM di Banjar yang sebelumnya belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, termasuk bantuan dalam program JPE. “Program JPE ini anggarannya dari kota, tujuannya untuk memulihkan ekonomi para pedagang UMKM yang terdampak PPKM atau Covid-19,” Ujar Edi. (cep)