Radartasik.com, JAKARTA — Mengantisipasi terjadinya aksi teror menjelang hari kemerdekaan, dalam beberapa hari kebelakang Densus 88 Antiteror melakukan aksi penangkapan terhadap terduga teroris. Sebanyak 41 terduga teroris pun berhasil diamankan dari di sepuluh provinsi TanahAir. Mayoritas mereka diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan mengungkapkan, penangkapan paling anyar dilakukan kemarin (Minggu, 15/08/2021,red). ”Ada empat orang yang ditangkap,” katanya. Dari empat terduga teroris tersebut, satu orang ditangkap di Banten. Tiga orang lainnya diciduk di Jawa Barat. Sementara itu, hingga Sabtu (14/8/201), terdapat 37 terduga teroris yang diamankan di sepuluh provinsi. Selain Banten dan Jabar, provinsi lain adalah Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. ”Tangkapan dalam beberapa hari,” jelasnya. Dia menuturkan bahwa sebagian besar merupakan bagian dari kelompok JI. Hanya dua orang yang diduga bukan anggota JI. Yakni, mereka yang ditangkap di Kaltim. ”Dua orang di Kaltim ini kelompok media sosial,” kata Ahmad. Meski demikian, Korps Bhayangkara belum menjelaskan dengan detail rencana para terduga teroris tersebut. Termasuk peran mereka dalam kelompok terlarang JI. ”Penjelasan keterlibatan setiap orang tersebut menyusul,” ujarnya. Pengamat terorisme Al Chaidar mengapresiasi langkah Polri yang menangkap 41 terduga teroris. Menurut dia, itu merupakan deteksi dini untuk mencegah aksi teror. Apalagi saat ini menjelang peringatan hari kemerdekaan. ”Ini langkah yang penting dalam mencegah,” jelasnya. Kelompok teroris, kata dia, biasanya memang menyasar waktu tertentu. Misalnya, hari kemerdekaan atau peringatan keagamaan. Hal itu dilakukan dengan beragam tujuan. Mulai sekadar menunjukkan eksistensi, adanya instruksi dari petinggi kelompok teror, hingga balas dendam. ”Itu sudah biasa mereka lakukan,” ujarnya. Al Chaidar mengingatkan hal yang tidak kalah penting terkait pemeriksaan. Jangan sampai terjadi kekerasan. Sebab, hal itu bisa menimbulkan kebencian baru. Pemeriksaan yang humanis diperlukan untuk mencegah tumbuhnya bibit-bibit terorisme. ”Lagi pula mereka sudah tertangkap, tidak lagi bisa melawan,” tegas dia. (jpg)
Polri : Mayoritas Terduga Teroris yang Diamankan Terkait JI
Senin 16-08-2021,12:37 WIB
Reporter : radi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-10-2026,08:20 WIB
SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Targetkan Sekolah Internasional 2030, Guru Didorong Naik Level
Senin 05-10-2026,09:20 WIB
Garut Open Silat Series 2026 Jadi Evaluasi, Dispora Soroti Kelemahan Sektor Tarung
Senin 05-10-2026,10:20 WIB
MUI Dorong Konsolidasi Umat dan Kolaborasi Global Hadapi Krisis Kemanusiaan
Senin 05-10-2026,11:20 WIB
Rumah Ambruk di Pangandaran, Warga Cimerak Terpaksa Mengungsi
Senin 05-10-2026,12:20 WIB
Byon Madness 5 Digelar di Bandung, Jawa Barat Dorong Pembinaan Atlet Combat Sport
Terkini
Senin 05-10-2026,13:20 WIB
BNPT Gandeng 13 Kampus di DIY Cegah Paparan Ekstremisme pada Anak
Senin 05-10-2026,12:20 WIB
Byon Madness 5 Digelar di Bandung, Jawa Barat Dorong Pembinaan Atlet Combat Sport
Senin 05-10-2026,11:20 WIB
Rumah Ambruk di Pangandaran, Warga Cimerak Terpaksa Mengungsi
Senin 05-10-2026,10:20 WIB
MUI Dorong Konsolidasi Umat dan Kolaborasi Global Hadapi Krisis Kemanusiaan
Senin 05-10-2026,09:20 WIB