radartasik.com, BANJAR — Wakil Ketua DPRD Banjar Tri Pamuji Rudianto menyinggung soal rotasi mutasi dan pelantikan eselon lll dan lV di lingkup Pemkot Banjar belum lama ini. Tri menyoroti soal kekosongan kepala SD yang kini tak kunjung terisi.
“Saya menyoroti rotasi pejabat yang tidak memperhatikan posisi kepala sekolah SD. Kita tahu di Banjar saat ini jabatan kepala sekolah diisi oleh pelaksana tugas (Plt), laporan yang masuk ke saya itu hampir 80 persen SD negeri yang tidak memiliki kepala sekolah definitif,” kata Tri, Minggu (27/6/2021).
“Ini kita lihat hasil rotasi kemarin tidak ada satu pun kepala sekolah yang dilantik. Kendalanya apa,” kata dia.
Sedangkan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen dari APBD itu tidak terganggu oleh penanganan Covid-19. Menurut dia, Pemerintah Kota Banjar tidak fokus terkait pendidikan untuk menyiapkan kualitas SDM.
“Dalam hal ini menyiapkan manajemen sumber daya manusia. Penggunaan 20 persen untuk pendidikan dari APBD digunakan untuk apa, menyiapkan SDM saja tidak fokus. Yang jelas, masa pensiun itu sudah terencana. Harusnya penggantinya juga direncanakan dengan matang,” kata Tri Pamuji.
Kepala Seksi Kualifikasi dan Kompetensi Bidang Tendik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Dudu Nurzaman mengatakan kebutuhan kepala sekolah tingkat SD saat ini mencapai 50 orang. “Calon kepala sekolah yang akan diklat sekitar 29 orang,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 48 pegawai negeri sipil (PNS/ASN) di lingkup pemerintah Kota Banjar. Para pejabat itu terdiri dari Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas.
“Jabatan ini adalah amanah agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab untuk menunjang pembangunan dalam mencapai visi misi Kota Banjar,” kata Ade Uu. (cep)