Warga Garut Dibekali Cara Hadapi Gempa, Sekolah Lapang Gempa Bumi Resmi Digelar
Sekolah Lapang Gempa bumi memberikan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa di Garut.-Garutkab.go.id -
RADARTASIK.COM - Masyarakat Kabupaten Garut mendapatkan pembekalan mengenai cara menghadapi gempa bumi melalui program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan.
Program tersebut, dilansir dari laman Garutkab.go.id, merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Garut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Komisi V DPR RI untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi, simulasi, dan penguatan mitigasi bencana.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai masyarakat perlu memahami potensi gempa bumi tanpa harus merasa takut berlebihan karena sistem mitigasi terus diperkuat.
"Di masyarakat dipahamkan bahwa kita adalah salah satu daerah yang berpotensi menghadapi bencana gempa bumi. Ini dipahamkan, tetapi tidak usah panik berlebihan karena pemerintah sudah menyiapkan Earthquake Early Warning System (EEWS) atau Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi," ujar Bupati Garut.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, mulai dari teknik berlindung, proses evakuasi, hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Pemkab Pangandaran Harap 570 Mahasiswa KKN Universitas Galuh Perkuat UMKM dan Inovasi Desa
Bupati menegaskan kesiapsiagaan menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi, selain tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BMKG Perkuat Edukasi dan Sistem Peringatan Dini
Anggota Komisi V DPR RI Ade Ginanjar menyebut Sekolah Lapang Gempabumi menjadi upaya nyata untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan.
Ia mengatakan dukungan terhadap penyediaan alat pemantauan gempa dan pemasangan Earthquake Early Warning System (EEWS) di wilayah prioritas juga terus dilakukan.
"Bencana itu tidak ada yang tahu kapan datangnya. Namun, dengan alat yang diupayakan oleh BMKG ini, potensi dampak risiko bencana bisa ditanggulangi sedikit presentasenya. Melalui kegiatan ini, ketika ada pemberitahuan dari sistem, masyarakat sudah tahu bagaimana dia harus menyikapinya," kata Ade Ginanjar.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menjelaskan keberhasilan mitigasi bencana memerlukan sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, dan BPBD dalam menyampaikan serta menindaklanjuti informasi peringatan dini.
BACA JUGA:Kemendagri Instruksikan Bulog dan Pemda Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang HUT RI ke-81
Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi InfoBMKG yang menyajikan informasi cuaca, gempa bumi, hingga potensi tsunami secara real time sebagai bagian dari peningkatan literasi kebencanaan.
"Kita bukan memberikan ketakutan atau kepanikan, melainkan membangun kesiapsiagaan bersama teman-teman BPBD. Melalui Sekolah Lapang Gempabumi ini, kami berharap masyarakat akan lebih paham dalam menyikapi bencana demi mewujudkan Keluarga Cerdas Bencana," pungkas Suaidi Ahadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: