Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Populer, PP Tunas Jadi Penguat Karakter Anak
Anak-anak memainkan permainan tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan melestarikan budaya.-Infopublik.id -
RADARTASIK.COM - Pemerintah mendorong kebangkitan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan anak Indonesia untuk memperkuat karakter sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruang digital.
Dilansir dari laman Infopublik.id, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali permainan rakyat di tengah pesatnya digitalisasi.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membatasi akses terhadap platform digital berisiko tinggi, tetapi juga harus dibarengi penyediaan ruang bermain, berinteraksi, dan belajar melalui budaya bangsa.
"PP Tunas menjadi intervensi negara yang sangat penting agar anak-anak tidak terlalu banyak terpapar informasi di ruang digital yang sulit mereka saring. Kita tidak bisa menghindari era digital, tetapi kita bisa mengantisipasi dampaknya," ujar Fadli Zon dalam Festival Generasi Berani Exploring dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital disebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelindungan anak melalui pendekatan kebudayaan.
Fadli menjelaskan permainan tradisional merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 bersama bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, olahraga tradisional, seni, dan warisan budaya lainnya.
Revitalisasi Permainan Rakyat Disiapkan Pemerintah
Pemerintah berkomitmen mengembalikan permainan rakyat agar kembali hadir dalam aktivitas sehari-hari anak Indonesia.
"Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pembelajaran karakter yang telah diwariskan lintas generasi," katanya.
Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 2.000 jenis permainan tradisional yang berkembang di berbagai daerah dan lahir dari keragaman lebih dari 1.340 kelompok etnis.
Kementerian Kebudayaan kini menyiapkan program pendataan dan registrasi permainan tradisional dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Pemerintah juga merintis pembentukan Museum Permainan Tradisional sebagai pusat dokumentasi, edukasi, dan promosi permainan rakyat Indonesia.
"Kita akan menghimpun seluruh permainan tradisional dari berbagai daerah agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Fadli.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: