Wagub Jabar Libatkan Pasangan Pejabat dalam Pendidikan Antikorupsi, Tekankan Integritas Sejak dari Keluarga

Wagub Jabar Libatkan Pasangan Pejabat dalam Pendidikan Antikorupsi, Tekankan Integritas Sejak dari Keluarga

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan membuka Bimtek Keluarga Berintegritas bersama KPK di Kota Cimahi.-Jabarprov.go.id -

RADARTASIK.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengajak seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menjaga integritas dengan melibatkan dukungan penuh dari keluarga selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Erwan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas hasil kolaborasi Pemda Provinsi Jawa Barat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula BPSDM Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, Jumat (24/7/2026), sebagaimana dilansir dari laman jabarprov.go.id.

Kegiatan bertema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi" itu diikuti para pejabat eselon II, mulai dari kepala dinas, kepala biro, kepala badan, beserta suami atau istri masing-masing.

"Agar tetap berintegritas, tidak ada niat untuk melakukan korupsi maupun menerima gratifikasi. Tujuan utamanya agar ketika mengakhiri masa jabatan nanti, seluruh pejabat dapat menyelesaikannya dengan husnul khatimah," ujar Erwan.

BACA JUGA:Menpora Erick Thohir Buka Arie One Cup II di Bekasi, Soroti Peran Voli Dorong UMKM dan Cetak Atlet Berprestasi

Menurutnya, pendidikan antikorupsi yang melibatkan pasangan menjadi langkah pencegahan agar lingkungan keluarga mampu menjadi benteng utama dalam menjaga kejujuran para pejabat.

"Seperti yang dicontohkan oleh perwakilan KPK, sering kali seseorang sudah berniat bekerja dengan integritas, namun karena desakan dari pasangannya, akhirnya terjerumus korupsi. Makanya kita undang pasangannya dalam pendidikan ini agar mereka memahami bagaimana cara memberikan support yang positif," tuturnya.

KPK Dorong Keluarga Jadi Benteng Pencegahan Korupsi

Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendidikan, pencegahan, dan keterlibatan masyarakat.

Ia menilai pasangan pejabat memiliki peran penting untuk menjaga agar anggota keluarganya tetap hidup sesuai kemampuan dan tidak tergoda melakukan penyimpangan.

BACA JUGA:KDM Wajibkan Pelajar SMA dan SMK di Jabar Pungut Sampah, Masuk Praktikum IPA dan Jadi Syarat Subsidi Sekolah

"Keluarga atau pasangan yang berintegritas adalah mereka yang memberikan kesejukan di dalam rumah tangga. Hal ini mendorong kita untuk hidup sesuai dengan kemampuan dan penghasilan masing-masing. Setidak-tidaknya, pasangan menjadi pengingat utama untuk tidak melakukan korupsi," jelas Ibnu.

Ibnu juga menekankan bahwa upaya membangun budaya antikorupsi membutuhkan dukungan dari berbagai elemen, termasuk masyarakat, tokoh agama, dan tenaga pendidik agar tercipta lingkungan yang bersih dari praktik korupsi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: