Kawasaki Sah Perkenalkan EPS Brute Force 450 Terbaru 2026, Boleh Digunakan di Jalan Raya

Kawasaki Sah Perkenalkan EPS Brute Force 450 Terbaru 2026, Boleh Digunakan di Jalan Raya

Kawasaki memperkenalkan EPS Brute Force 450 terbaru 2026.-Kawasaki Eropa-

RADARTASIK.COMKawasaki resmi memperluas jajaran ATV-nya dengan menghadirkan Brute Force 450 model tahun 2026 yang kini dibekali Electronic Power Steering (EPS) sebagai fitur standar.

Kehadiran teknologi ini melengkapi reputasi Brute Force 450 yang sebelumnya telah dikenal berkat sistem penggerak 2WD/4WD sesuai kebutuhan serta diferensial depan dual mode yang praktis.

Model terbaru ini tetap mempertahankan spesifikasi utama Brute Force 450, termasuk mesin silinder tunggal 443 cc SOHC empat katup berpendingin cairan yang dirancang tangguh dan andal.

ATV ini juga dilengkapi lampu LED, suspensi independen dan dimensi ringkas yang mendukung performa di berbagai medan.

BACA JUGA: Tak Perlu Lagi ke Kota, IRT di Empat Lawang Ini Terbantu Beli Token Listrik Lewat BRImo

Penambahan EPS memberikan nilai tambah sekaligus memperluas daya saing Kawasaki di segmen ATV global.

Teknologi EPS dinilai meningkatkan kemudahan pengendalian, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kenyamanan saat bekerja dalam durasi panjang.

Dengan beban kemudi yang lebih ringan, tingkat kelelahan pengendara dapat ditekan sehingga produktivitas dan efisiensi penggunaan kendaraan menjadi lebih optimal.

Sistem EPS pada Brute Force 450 2026 mengusung dua mode bantuan kemudi yang peka terhadap kecepatan.

BACA JUGA: Konsisten Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp 16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur

Mode Standar memberikan tingkat bantuan lebih besar untuk penggunaan kecepatan rendah, sedangkan Mode Rendah menawarkan respons kemudi yang lebih natural dengan bantuan yang lebih minim.

Kedua mode tersebut memungkinkan pengendara menyesuaikan karakter kemudi sesuai kebutuhan.

Dalam operasionalnya, putaran setang akan mengirim sinyal ke ECU EPS yang kemudian memproses data dari sensor kecepatan kendaraan dan sensor torsi.

Berdasarkan data tersebut, motor listrik EPS mengatur tingkat bantuan kemudi secara otomatis. Bantuan maksimum diberikan saat kecepatan rendah atau kondisi diam, lalu berkurang seiring meningkatnya kecepatan kendaraan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: