Bedah Teknologi Baterai Polytron G3+, Rahasia Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik

Bedah Teknologi Baterai Polytron G3+, Rahasia Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik

Bedah teknologi baterai Polytron G3+, rahasia garansi seumur hidup mobil listrik.-Istimewa-

RADARTASIK.COM - Pasar mobil listrik Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek dan model baru.

Di tengah persaingan tersebut, Polytron G3+ muncul dengan pendekatan berbeda melalui skema Battery as a Service (BaaS) yang menawarkan garansi baterai seumur hidup.

Strategi ini tentu bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan didukung oleh teknologi baterai yang dirancang khusus untuk daya tahan jangka panjang.

Lantas, seperti apa teknologi baterai yang digunakan Polytron G3+? Berikut pembahasan lengkapnya.

BACA JUGA:Daftar Harga Aksesoris Honda Vario 125 Terbaru, Bikin Tampilan Makin Stand Out

Polytron G3+ dibekali baterai berkapasitas 51,916 kWh, cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan luar kota.

Dengan kapasitas tersebut, SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 402 km berdasarkan standar pengujian NEDC/CLTC.

Namun yang menarik bukan hanya kapasitasnya, melainkan jenis baterai yang digunakan.

Alih-alih menggunakan baterai berbasis nikel seperti NMC (Nickel Manganese Cobalt) yang umum dipakai mobil listrik performa tinggi, Polytron memilih Lithium Iron Phosphate (LFP).

BACA JUGA:Muat 16 Penumpang, Ini Spesifikasi Farizon SV, Mobil Niaga Listrik di Bawah Rp 700 Juta

Secara karakteristik, baterai LFP memiliki beberapa keunggulan utama:

  • Stabilitas termal tinggi

  • Risiko thermal runaway jauh lebih rendah

  • Lebih tahan terhadap suhu panas

  • Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

    Sumber:

Berita Terkait