Prediksi Crypto 2026: 5 Skenario Cuan Bitcoin dan Altcoin yang Wajib Dicermati
Prediksi Crypto 2026-Istimewa-
RADARTASIK.COM – Prediksi Crypto 2026 menjadi topik hangat di kalangan investor aset digital. Pergerakan Bitcoin dan altcoin memunculkan optimisme sekaligus kewaspadaan menjelang siklus pasar baru.
Prediksi Crypto 2026 menarik perhatian karena Bitcoin sempat mencatatkan imbal hasil lebih dari 600 persen sejak titik terendah akhir 2022. Capaian ini membentuk ekspektasi besar untuk tahun-tahun berikutnya.
Namun, kondisi pasar tidak selalu bergerak lurus. Sejumlah analis menilai penurunan harga saat ini hanya koreksi sehat. Sebagian lainnya melihat sinyal awal pasar bearish baru.
Perbedaan pandangan ini membuat 2026 menjadi tahun krusial. Investor dituntut lebih cermat membaca arah pasar kripto global.
BACA JUGA: KUR BNI 2026: Lengkap Syarat, Cara Pengajuan dan Tabel Angsurannya
Gambaran Pasar Crypto 2025
Tahun 2025 dinilai kurang memuaskan bagi Bitcoin. Kinerjanya tertinggal dibandingkan aset utama lain sepanjang tahun.
Hingga 1 Desember, performa year-to-date Bitcoin tercatat minus 7 persen. Angka ini jauh dari ekspektasi pasar.
Sebagai perbandingan, emas mencatatkan kenaikan sekitar 62 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 tumbuh sekitar 16 persen.
NASDAQ bahkan mencatatkan kenaikan hingga 20 persen. Untuk pertama kalinya sejak 2023, Bitcoin tertinggal jauh dari aset konvensional.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar. Apakah kripto masih relevan sebagai aset unggulan di masa depan?
Prediksi Crypto 2026: Lima Skenario yang Paling Disorot
Berikut lima prediksi utama yang dinilai berpotensi membentuk arah pasar kripto pada 2026.
BACA JUGA: KUR BSI 2026: Lengkap Syarat, Cara Pengajuan dan Tabel Angsurannya
1. Skenario Bullish, Bitcoin Bangkit di Kuartal I
Skenario bullish bergantung pada runtuhnya teori siklus empat tahunan Bitcoin. Faktor makro global disebut menjadi pendorong utama.
Lingkungan suku bunga rendah dinilai menguntungkan aset berisiko. Pemerintah yang mulai terbuka terhadap kripto turut memperkuat sentimen positif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: