Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya Jadi Pilot Akreditasi IAPM 2025
Uji coba akreditasi di Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya. istimewa for radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM) menggelar uji coba akreditasi untuk tiga pesantren sebagai proyek percontohan sebelum peluncuran nasional Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah yang akan berlangsung pada 24–26 September 2025 di Yogyakarta.
Uji coba akreditasi di Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya dilaksanakan pada Selasa–Kamis, 16–18 September 2025.
Kegiatan di lokasi ini menjadi salah satu dari tiga pilot project yang juga melibatkan Pesantren Muhammadiyah Kauman Padang Panjang dan MBS Muhammadiyah Bekasi.
Tim visitasi terdiri dari dua asesor, Prof. Qawaid, M.A. dan Ta’rif Abdul Jalil, M.A.
BACA JUGA:PKS-Golkar Guyub, Dorong Politik Kebersamaan untuk Warga Kota Tasikmalaya
Mudir Pesantren Amanah, KH. Arip Somantri, M.Ag., menyambut gembira kepercayaan LP2PPM memilih Amanah sebagai lokasi uji coba.
Dalam sambutan pembukaan, ia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan meminta maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan.
Arip menjelaskan rencana pengembangan lembaga yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Pesantren 2023–2027 dan Rencana Kegiatan Anggaran Pesantren (RKAP) TA 2025–2026.
“Pesantren Amanah terus berupaya membekali warga dan santri dengan iman, ilmu, kecakapan, serta akhlak mulia. Inovasi lembaga dan pembenahan manajemen menjadi fokus kami demi meningkatkan capaian pesantren,” ujarnya, Rabu 17 September 2025.
BACA JUGA:Publik Nilai Pejabat Kaya Raya, Viman Tegaskan Tunjangan Wali Kota Tasikmalaya Kecil
Ketua LP2PDM Kota Tasikmalaya, Drs. H. Oman Abdurrahman, M.Pd., menerangkan bahwa tujuan visitasi asesor adalah melakukan klarifikasi, validasi, dan verifikasi dokumen serta data.
Proses penilaian meliputi observasi, review dokumentasi, dan wawancara untuk menggali dan membuktikan capaian yang dilaporkan pesantren.
“Kepada para responden, mudir, wakil mudir, kepala sekolah SMP–SMA, wakasek, kepala bidang, unsur LPP PDM, BPP, santri, dan orang tua, kami harapkan bersikap kooperatif. Hadapi visitasi dengan antusiasme dan tetap tenang saat memberikan klarifikasi kepada asesor,” pesan Oman kepada peserta.
Dalam sambutannya, Prof. Qawaid menegaskan bahwa Instrumen Akreditasi Pesantren Muhammadiyah (IAPM 2025) adalah pedoman resmi yang disusun LP2PPM untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan di seluruh pesantren Muhammadiyah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: